Selamat Datang di Seputarsumbar.com...! Follow us on
Facebook Twitter Google Plus

Permasalahan PTT K1 di Solsel Semakin Runyam

Kategori : Berita Terkini, Berita Utama, Solok Selatan Senin, 20 Mei 2013. Pkl. 14:06 WIB

2005512620X310Solsel- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan terus medorong  panitia khusus serius membantu mencarikan solusi terbaik bagi nasib tenaga honorer kategori satu (PTT KI).

Persoalan PTT Kategori Satu Kabupaten Solok Selatan menjadi runyam karena indikasi adanya penyerahan sejumlah uang dari PTT K1 semakin mencuat. Akan tetapi, untuk mengungkit adanya penyerahan sejumlah uang tersebut, tidak menyisakan barang bukti.

Bahkan, uang yang pernah diserahkan oleh PTT K1 tersebut sudah ada sebagian yang dikembalikan oleh pejabat BKD Solsel. Jika benar informasi yang diperbincangkan oleh internal PTT tersebut, maka runyamlah persoalannya.

Dengan dikembalikan sejumlah dana dari pejabat BKD ke tenaga honorer, maka itu artinya BKD sudah tidak menjamin pengurusan kelulusan PTT K1 menjadi CPNS. Kalaupun BKD dituntut, tidak ada bukti yang bisa ditunjukkan oleh  PTT K1.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan H Khairunnas, kepada wartawan Senin (20/5) mengatakan, pada prinsispnya pansus di bentuk bertujuan untuk membantu tenaga honorer kategori satu ini lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pansus akan harus membantu dengan maksimal agar menemukan jalan keluar bagi nasib pegawai tidak tetap.

Menurutnya, PTT Kategori Satu yang menghonor di Solsel sudah diakui dulunya oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Namun, ketika SK pengangkatan CPNS sudah diambang pintu, masih ada saja masalah yang menghalangi.

“Kita serius tangani pengaduan tenaga honorer ini, kita rencanakan anggota pansus akan berkonsultasi dengan Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Kalau tidak ada halangan, pada 22 Mei 2013i konsultasi tersebut dijalankan,”  katanya.

Dalam rapat pansus di hari pertama, pansus yang diketuai oleh Handri Rose, dihadiri 12 anggota pansus lain, Kepala BKD Solsel Ismail, dan puluhan tenaga honorer kategori satu. Pansus sempat molor waktu pelaksanaannya karena jarak tempuh anggota pansus saling berjauhan.

Beberapa pertanyaan anggota pansus mencuat ke permukaan, yaitu mempertanyakan dokumen asli SK pengangkatan para tenaga honorer kategori satu, dan pengumuman hasil seleksi dari BKN.

Selain itu, muncul pertanyaan mengenai adanya perbedaan jumlah data tenaga honorer antara versi jumlah 272 orang dengan 208 orang. “Dalam SK yang ditandatangani Maron, jumlah PTT ada 208, tetapi mengapa yang dikeluarkan oleh kemenpan jumlahnya meningkat menjadi 272 orang,” sebut salah sorang anggota pansus

Maka, menjadi sejuta pertanyaan oleh anggota pansus adalah, siapa yang menanda tangani SK yang memuat tenaga honorer kategori satu di Solsel sebanyak 272 orang. Karena sejumlah permintaan anggota pansus belum menemukan jawaban kongkrit, maka rapat pansus mengusulkan agar rapat diskor (tunda). (s/di)

 

 

 

Share This Articles
facebook
Baca Berita Tentang : Berita Terkini, Berita Utama, Solok Selatan
kabar Email
INDEXS KATEGORI