Padang – Di tengah persiapan yang terbilang singkat, seorang pelajar asal Dharmasraya berhasil mencuri perhatian pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Sumatera Barat. Tak tanggung-tanggung, ia membawa pulang dua medali dari cabang olahraga panjat tebing yang baru pertama kali dipertandingkan di O2SN tahun ini.
Adalah Rimba Langit Pembawa Berkah, siswa kelas VIII SMPN Unggul Dharmasraya, yang sukses meraih medali perak nomor Lead Putra dan medali perunggu nomor Speed Klasik Putra tingkat SLTP pada seleksi O2SN Sumbar.
Kompetisi tersebut berlangsung di venue panjat tebing UIN Imam Bonjol Padang selama dua hari, Senin (22/6) hingga Selasa (23/6).
Keberhasilan Rimba terbilang istimewa. Pasalnya, ia hanya menjalani pemusatan latihan kurang dari satu bulan sebelum bertanding.
Orang tua sekaligus pelatih Rimba, Mardi Rosa Tanjung, mengatakan hasil yang diraih putranya sudah sesuai dengan target yang ditetapkan sejak awal.
“Kalau melihat waktu persiapan yang sangat singkat, saya bersyukur hasilnya sesuai ekspektasi. Rimba hanya menjalani latihan kurang dari satu bulan, tetapi masih bisa menunjukkan prestasi yang membanggakan,” kata Mardi kepada wartawan.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi Rimba untuk menatap kejuaraan yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Kalau diberikan waktu latihan yang lebih panjang, tentu peluang meraih hasil yang lebih baik akan semakin besar,” ujarnya.
Mardi mengaku harus membagi waktu antara pekerjaannya sebagai jurnalis televisi nasional dan mendampingi putranya menjalani latihan intensif di Padang. Selama masa persiapan, Rimba bahkan mengikuti proses belajar dan ujian sekolah secara daring agar tetap bisa berlatih.
Ia juga mengapresiasi dukungan SMPN Unggul Dharmasraya yang memberikan izin kepada Rimba untuk menjalani latihan di luar daerah tanpa mengabaikan kewajiban akademiknya.
“Berkat dukungan sekolah yang mengizinkan anak saya belajar secara daring selama menjalani latihan di Padang, Alhamdulillah Rimba berhasil membawa pulang dua medali. Saya sangat puas dengan pencapaian ini,” katanya.
Menariknya, selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung, Rimba bertanding tanpa didampingi tim official maupun manajer dari kontingen O2SN Dharmasraya. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tampil maksimal.
Mardi berharap dukungan terhadap pengembangan prestasi putranya dapat terus meningkat sehingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Saya punya target besar. Rimba harus bisa menjadi juara nasional bahkan juara dunia suatu saat nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Rimba mengaku termotivasi oleh prestasi para atlet panjat tebing Indonesia yang telah berulang kali mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
“Saya ingin menjadi juara dunia panjat tebing seperti atlet-atlet Indonesia yang sudah berprestasi. Mudah-mudahan suatu saat bisa tercapai jika Allah mengizinkan,” ujar Rimba.
Sebagai informasi, panjat tebing menjadi salah satu cabang olahraga baru yang dipertandingkan pada O2SN tahun ini. Cabang tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu andalan Indonesia dalam meraih prestasi di berbagai kejuaraan internasional. Dengan raihan dua medali di tingkat provinsi, Rimba kini menjadi salah satu talenta muda Dharmasraya yang berpotensi mengikuti jejak para atlet panjat tebing Indonesia di panggung dunia. (***)






