Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) fokus meningkatkan kualitas pendidikan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dengan menggandeng Yayasan Tangan Pengharapan melalui program Danamon Peduli. Inisiatif ini diwujudkan dengan membangun Pojok Baca di 13 lokasi terpencil yang memiliki keterbatasan akses listrik dan sinyal.
Sustainability Finance Head Danamon, Abdul Hadi, menyampaikan pada Jumat (15/8/2025), bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pendidikan. “Kami percaya pendidikan adalah fondasi utama untuk pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini adalah wujud dedikasi kami untuk mendorong inklusivitas sumber daya pembelajaran dan memberdayakan generasi mendatang,” ujarnya.
Abdul Hadi menambahkan, pembangunan Pojok Baca di Kepulauan Mentawai diharapkan menjadi fondasi untuk mewujudkan masa depan pendidikan yang berkelanjutan dan inklusif. Hal ini selaras dengan komitmen berkelanjutan Danamon untuk berkontribusi dalam mewujudkan sektor pendidikan yang inklusif bagi semua.
Kondisi geografis Kepulauan Mentawai menjadi dasar pemilihan lokasi pembangunan Pojok Baca. Keterbatasan akses listrik dan jaringan internet menjadi penghalang utama bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak. Dengan adanya Pojok Baca, diharapkan minat baca dan pengetahuan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Lebih lanjut, Abdul Hadi menjelaskan bahwa penyediaan Pojok Baca ini diperkirakan akan memberikan manfaat bagi lebih dari 1.100 anak di 13 wilayah di Kepulauan Mentawai, meliputi Gotab, Salappa, Sirisurak, Madobag, Ugai, Buttui, Matotonan, Simoilaklak, Gulu-Guluk, Sua, Bolotok, Kaleak, dan Tiop.
Dalam pelaksanaannya, Danamon bekerja sama dengan Yayasan Tangan Pengharapan, sebuah organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pemberdayaan manusia dengan fokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan. Yayasan ini didirikan pada tahun 2007 dengan tujuan membantu masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan melalui pendidikan, dimulai dari usia dini.
Yoanes Kristianus, Ketua Yayasan Tangan Pengharapan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. “Kami berterima kasih kepada Danamon atas kolaborasinya dalam pembangunan Pojok Baca di 13 titik lokasi di Kepulauan Mentawai. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kepulauan Mentawai dan pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.
Danamon berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih setara dan inklusif melalui peningkatan kapasitas dan dukungan penyediaan fasilitas serta sarana dan prasarana pendidikan yang layak. Inisiatif ini sejalan dengan upaya Danamon dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau “SDG”), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui inisiatif tersebut, Danamon melalui Danamon Peduli berkomitmen untuk terus berinvestasi mewujudkan kesetaraan pendidikan, sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Danamon berharap inisiatif dengan Yayasan Tangan Pengharapan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Kepulauan Mentawai, sejalan dengan visi Danamon untuk “Peduli dan Membantu Jutaan Orang untuk Mencapai Kesejahteraan,” serta bersama dengan anggota grup perusahaan dalam semangat Tumbuh Sebagai Satu Grup Finansial guna menjadi mitra keuangan terpercaya dan dapat terus berkontribusi menjawab kebutuhan nasabah serta mendukung kemajuan ekonomi dan sosial Indonesia.








