TEBING TINGGI – Universitas Andalas (Unand) menggencarkan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada pengembangan potensi lokal, salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) budidaya lebah tanpa sengat (galo-galo) dan pembuatan pupuk organik padat (POP) di Kabupaten Dharmasraya. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Bimtek budidaya galo-galo yang diikuti sekitar 25-30 peserta dari warga setempat, kelompok tani, dan pemuda nagari, dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Tebing Tinggi, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (27/6/2025). Rudimansyah, narasumber dari Unand, memaparkan potensi ekonomi lebah galo-galo, mulai dari pencarian koloni hingga pemenuhan kebutuhan pasar akan madu dan propolis.
Rudimansyah menjelaskan, budidaya galo-galo sangat potensial dikembangkan di Sumatera Barat. “Karena mudah dipelihara, tidak berbahaya, tidak menyengat, serta menghasilkan madu dengan nilai jual tinggi,” ujarnya saat memberikan materi.
Pada hari yang sama, pelatihan pembuatan pupuk organik padat digelar di kediaman warga di Jorong Sidomulyo, dengan melibatkan 30-40 peserta. Ely Vebrianty, dosen Unand, mendemonstrasikan tahapan pembuatan pupuk organik ramah lingkungan, mulai dari pencampuran kotoran sapi dengan larutan EM4 hingga proses fermentasi.
Ely Vebrianty menjelaskan pentingnya praktik ini bagi masyarakat. “Karena bisa membantu masyarakat memanfaatkan limbah ternak menjadi produk yang bermanfaat untuk pertanian, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” jelasnya.
Ketua Program Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas, Ediset, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian masyarakat desa dalam bidang pertanian dan peternakan berbasis sumber daya lokal.
Ruwadi, peternak sapi sekaligus tuan rumah pelatihan di Jorong Sidomulyo, berharap pelatihan ini dapat membantu menekan biaya produksi tanaman. “Dengan pelatihan ini, kami sangat berharap bisa memproduksi pupuk fermentasi sendiri sebagai pengganti pupuk organik yang kini sulit didapat. Kalau ini berhasil, tentu bisa menekan biaya produksi tanaman seperti padi dan sayur-sayuran,” ungkapnya.
Apresiasi atas kontribusi dosen Unand dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga disampaikan oleh Sekretaris Nagari Tebing Tinggi, Nawirman. Senada dengan itu, Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Dharmasraya, Ngalimin, berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai nagari di Dharmasraya.








