DomaiNesia

Evaluasi Haji Padang 2025: Kemenag Siapkan Pengalihan Pengelolaan?

evaluasi-penyelenggaraan-haji-2025-sukses-dan-berpotensi-terakhir-bersama-kemenag
Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2025 Sukses dan Berpotensi Terakhir Bersama Kemenag
www.domainesia.com

Padang – Wacana perubahan pengelolaan ibadah haji mencuat seiring dengan suksesnya penyelenggaraan haji tahun 2025. Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat (Sumbar) mengindikasikan bahwa musim haji tahun ini berpotensi menjadi yang terakhir di bawah kendali mereka.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sumbar, M. Rifki, pada Kamis (10/7/2025) menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang kemungkinan akan berada di bawah Badan Penyelenggara (BP) Haji. “Kita masih menunggu keputusan negara terkait ini. Pada musim haji 2026, semua pertanyaan akan mendapatkan jawaban yang pasti,” ujarnya. Pihaknya, kata Rifki, masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait wacana ini.

Rifki menambahkan, proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang telah selesai 100 persen pada Rabu (9/7/2025). Sebanyak 6.308 dari 6.324 jemaah yang tergabung dalam 15 kloter telah dipulangkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang.

Kedatangan kloter terakhir (PDG 15) disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, bersama Kepala Bidang PHU, Muhammad Rifki, Dirut Super Air Jet Ari Azhari, serta perwakilan Kepala Daerah dan jajaran Kankemenag asal jemaah haji.

Edison menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji. “Alhamdulillah proses pemberangkatan ke Tanah Suci dan pemulangan jemaah haji kembali ke Tanah Air berjalan sukses dan lancar, tanpa kendala berarti. Petugas sudah memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji Sumbar dan Bengkulu,” ungkapnya.

Edison juga mengimbau agar jemaah haji yang telah kembali ke kampung halaman untuk terus memantau kesehatan selama 21 hari sejak kepulangan. Ia berpesan, “Apabila jemaah haji mengeluhkan atau mendapati adanya tanda-tanda gangguan kesehatan, maka sesegera mungkin melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.”

Ketua Kloter Yudi Hidayat, yang membawa 403 jemaah dari 17 kabupaten/kota (kecuali Mentawai dan Solok Selatan), menyerahkan jemaah kepada Ketua PPIH. Yudi mengungkapkan bahwa menyatukan ratusan jemaah dari berbagai daerah bukanlah hal yang mudah. “Namun ia bersama petugas, PHD, Karu Karom membangun koordinasi dan saling bahu membahu dengan prinsip, yang muda membantu yang tua dan yang sehat membantu yang sakit,” katanya.

Selama operasional haji, tercatat 16 jemaah Debarkasi Padang wafat, dengan rincian 13 di Tanah Suci, 2 di tanah air, dan 1 di pesawat dalam penerbangan dari Madinah menuju Padang. Rifki menambahkan, tiga jemaah masih dirawat di Tanah Suci dan akan dipulangkan setelah dinyatakan sehat dan laik terbang. “Jemaah Sumbar yang masih dirawat di Arab Saudi akan menjadi tanggung jawab PPIH Arab Saudi. Mereka akan segera dipulangkan setelah sembuh,” pungkasnya pada Kamis (10/7/2025).