DomaiNesia

Galeh Babelok Tarik Investor: Tujuh Perusahaan Siap Investasi di Sumbar

program-“galeh-babelok”-sumbar:-tujuh-investor-siap-tanam-modal,-fokus-ke-pertanian-dan-pariwisata
Program “Galeh Babelok” Sumbar: Tujuh Investor Siap Tanam Modal, Fokus ke Pertanian dan Pariwisata
www.domainesia.com

PADANG – Program “Galeh Babelok” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menarik minat tujuh calon investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor. Inisiatif yang bertujuan mempromosikan potensi daerah kepada perantau Minang dan pelaku usaha di Provinsi Riau ini, menunjukkan hasil positif.

Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal, Alrifjon, mewakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumbar, Adib Alfikri, menyampaikan bahwa tujuh dari delapan investor yang awalnya tertarik telah mengonfirmasi keseriusan mereka. “Tujuh investor telah mengonfirmasi keseriusan mereka untuk berinvestasi di Sumbar,” kata Alrifjon di Padang, Jumat (27/6/2025).

Minat investasi tersebut tersebar di berbagai bidang, antara lain:

Sektor Pertanian dan Perdagangan Hasil Bumi, Abdul Aziz Latini dari PT Royal Trader Indonesia, menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi pada hasil pertanian, sayur mayur, dan buah-buahan yang akan dipasarkan ke Batam, Kepulauan Riau. Saat ini, ia sedang mengurus izin lintasan roro dan berencana segera berkunjung ke Sumbar.

Winda Pratiwi dari PT Winda Angkasa Raya Pangan, berminat pada paket wisata, nabati, dan hewani, termasuk bibit pisang dan ayam kampung. Winda saat ini sedang merekap kebutuhan investasi dan mencari informasi harga bibit bebek petelur, kambing, sapi, dan ayam kampung petelur.

Yana Patriana dari PT Pisang Kipas Kuantan Pertanian, berencana berinvestasi pada pisang kapok kuning dan sedang mencari pemasok yang mampu menyuplai 1 ton per hari. Informasi ini telah disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian Sumbar.

Sektor Properti, Kuliner, dan Pariwisata, H. Delisis Hasanto dari PT Tuan, berminat berinvestasi di bidang properti, kuliner, dan pariwisata. Ia berencana datang langsung ke Sumbar dan meminta pendampingan. Anthony Harry dari PT Han Ton Property juga menunjukkan minat pada sektor properti dan pariwisata.

Sektor Pertambangan dan Komoditas, M. Asrar Rais dari PT Sinergi Bumi Khatulistiwa, berencana berinvestasi pada batu bara. Rudi Alfian Umar dari PT Riau Multi Trade Trading, berminat berinvestasi pada komoditas, tambang, dan trading batu bara, serta akan memfasilitasi trading batu bara untuk PT Semen Padang.

Sektor Pengolahan Limbah, Bukhari dari PT Jawara Nusantara Waste Management, berencana berinvestasi pada pabrik kelapa sawit dan pengolahan limbah cair untuk diproses menjadi Green PKS.

Alrifjon menambahkan, Abdul Aziz Latini, H. Delisis Hasanto, Winda Pratiwi, Yana Patriana, dan Rudi Alfian Umar adalah lima investor yang telah menyatakan keseriusan penuh.

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa program “Galeh Babelok” yang sebelumnya dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, pada Rabu (11/6/2025), berfokus pada promosi tiga sektor strategis daerah, yaitu perdagangan (trade), pariwisata (tourism), dan investasi (investment) atau TTI. “Potensi ini akan tergarap optimal melalui kerja sama dengan perantau Minang dan pelaku usaha di daerah lain,” ujar Mahyeldi. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar di beberapa provinsi lain di Pulau Sumatera dengan sasaran yang sama.