Jakarta – Pemerintah terus menggencarkan penguatan tata kelola distribusi pangan strategis. Salah satu fokus utamanya adalah menjaga harga dan ketersediaan Minyak Goreng merek MinyaKita agar tetap stabil di tengah masyarakat.
Kepala Badan Pengawasan BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
”Penyaluran oleh BUMN Pangan sepanjang 2026 telah mencapai lebih dari 149 ribu kiloliter (KL) melalui Perum BULOG dan ID FOOD,” jelas Dony dalam keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram BUMN, Kamis (4/6/2026).
Langkah strategis ini menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Menteri Perdagangan, Budi Santoso. Dony Oskaria turut hadir untuk membahas beberapa poin penting, antara lain:
Penyesuaian HET dan Harga Penjualan Dalam Negeri (DPO) MinyaKita. Penguatan peran BUMN Pangan dalam distribusi MinyaKita. Peningkatan pengawasan rantai pasok dan penanganan disparitas harga antar daerah.
Penguatan distribusi hingga ke wilayah Indonesia Timur dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Selain minyak goreng, pemerintah juga terus mengawal stabilitas harga beras serta penyaluran bantuan pangan. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pasokan minyak goreng rakyat dan beras merata, harga terjangkau, serta distribusi tepat sasaran. (***)
Harga MinyaKita Rp15.700 per Liter, Dony Oskaria Beberkan Langkah Jaga Stabilitas






