BEKASI – Di tengah modernisasi, Himpunan Keluarga Batangkapeh (HKB) berupaya menjaga warisan budaya Minangkabau dengan menggelar tradisi babako di perantauan. Tradisi ini menjadi bagian dari resepsi pernikahan Tri Wulan Defridayanti, putri dari H Fifaldi Rajo Gamunyang, dengan Arya Abdul Mulki pada Kamis (18/7/2025).
Ketua Umum HKB, Bakri Maulana, menjelaskan pada Kamis (30/7/2025), bahwa tradisi babako ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar keluarga Batangkapeh. “Alhamdulillah kami anak Minang dari Batangkapeh Pasisia pada 18 Juli 2025 lalu melaksanakan tradisi babako pada alek anak H Fifaldi Rajo Gamunyang,” ujarnya saat berinteraksi dengan wartawan.
Bakri Maulana yang akrab disapa Pak BM, menambahkan, tradisi babako yang dilaksanakan HKB juga berfungsi sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai kekeluargaan, solidaritas, serta penghormatan terhadap para leluhur.
Acara babako tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat terkemuka, di antaranya mantan Ketua Umum DPP PKPS, Zulhendri Chaniago, Ketua PKPS DKI Jakarta, H Roza Yessi, Syahdanur Dt Rajo Gamunyang, H Arwan Birin Dt Kando Marajo, dan H Budhi Mulyadi Dt Bandaro Sati.
Dalam sambutannya, Bakri Maulana menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan. Ia juga menjelaskan makna mendalam dari pernikahan tersebut. “Dari ketek lah ditimang-timang, lah gadang disayang-sayang, kacang lah patuik bajunjungan, gadih lah patuik basuami, mako nan ka jadi suami dari anak pisang kami adolah seorang perjaka Arya Abdul Mulki,” jelasnya.
Pak BM juga menekankan pentingnya pelestarian adat dan tradisi Minangkabau di perantauan. “Kehadiran bako dengan hantaran yang lengkap dapat mengangkat martabat anak pisang di mata masyarakat, apalagi acaranya di rantau tentu dengan rasa kebersamaan perantau Batang Kapeh, maka adat dan tradisi bisa dilestarikan,” pungkasnya. Diketahui, Bakri Maulana juga mengemban amanah sebagai Sekjen DPP PKPS masa bakti 2025-2030.








