DomaiNesia
Ragam  

Insan Seni Tradisi Luak Nan Tigo Dukung Penertiban Tempat Hiburan Berkedok “Lapiak Gurau”

www.domainesia.com

Sungai Tarab – Para insan seni tradisi Luak Nan Tigo menggelar musyawarah di Gurun dan menyatakan sikap tegas menolak keberadaan tempat-tempat hiburan yang berkedok lapiak gurau namun diduga menyimpang dari nilai budaya Minangkabau.

Dalam forum tersebut, tokoh seni Eka Sutai dan Rina Sungayang menyampaikan keprihatinan mereka atas viralnya video kegiatan di Lapiak Gurau Tabek Botoh yang dinilai mengandung unsur tidak senonoh.

“Video bernuansa tidak senonoh itu sangat kami sesalkan. Viral dan jadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat. Ini merusak citra seni tradisi,” ujar keduanya.

Para insan seni tradisi juga mengapresiasi langkah cepat Polsek Lima Kaum beserta Parik Paga Nagari yang segera turun melakukan penertiban.

“Kalau sedikit saja terlambat, masyarakat bisa saja melakukan tindakan anarkis seperti merusak atau membakar tempat tersebut. Ini harus menjadi pembelajaran agar keresahan masyarakat tidak memicu tindakan sendiri,” ujar Eka Sutai.

Tokoh adat Irwan Dt. Paduko Boso dari Kan Gurun serta Dt. Tangadang dari LKAAM Tanah Datar sepakat bahwa hiburan tradisi harus menjaga norma adat Minangkabau.

Mereka menilai perlu dilakukan evaluasi bahkan penutupan sementara lapiak gurau yang bermasalah.

“Lapiak gurau harus dipastikan bukan tempat transaksi narkoba maupun perbuatan tidak senonoh. Seni tradisi tidak boleh dijadikan kedok aktivitas yang bertentangan dengan budaya kita,” tegas keduanya.

Meski demikian, mereka menekankan bahwa banyak lapiak gurau, saluang, dan dendang yang masih memegang nilai asli sebagai hiburan bagurau, penenang hati, dan pelipur kesibukan.

“Saluang klasik penuh pesan, pitua, dan nilai moral. Jangan karena satu dua tempat yang melenceng, semua lapiak gurau dicap buruk. Ini yang harus dijaga dan diperjuangkan oleh insan seni tradisi garis lurus,” ujar salah satu peserta musyawarah.

Dt. Rajo Malano menekankan pentingnya kewaspadaan dini dan koordinasi antara insan seni, Parik Paga Nagari, serta unsur adat untuk menjaga kelestarian seni Minang.

“Jangan sampai seni yang kita warisi merusak nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” katanya.

Dalam forum tersebut, insan seni tradisi juga menyatakan mendukung program Kapolda dan Kapolres, termasuk gerakan Subuh Berjamaah, pemberantasan narkoba, dan pencegahan perilaku menyimpang.

“Semua ini demi kemaslahatan umat dan terciptanya keamanan serta ketertiban di nagari,” tutup para tokoh.