DomaiNesia

Pemko Padang Susun Rencana Bisnis Perumda Air Minum 2026-2030

perumda-am-padang-rancang-arah-bisnis-pelayanan-air-2026–2030
Perumda AM Padang Rancang Arah Bisnis Pelayanan Air 2026–2030
www.domainesia.com

Padang – Perumda Air Minum (AM) Kota Padang mantapkan langkah strategis dengan menyusun Rencana Bisnis Jangka Menengah (RBJM) 2026-2030. Kolaborasi bersama Pemerintah Kota Padang ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan air bersih di tengah pertumbuhan kota.

Penyusunan RBJM ini ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, Senin (15/7/2025), di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Padang. Jajaran direksi Perumda AM, pejabat teknis, serta perwakilan instansi pendukung turut hadir dalam rapat tersebut.

Fokus utama dalam pembahasan RBJM meliputi efisiensi operasional, perluasan distribusi, serta peningkatan kualitas pelayanan air bersih di seluruh wilayah Kota Padang. Lima poin strategis dirumuskan, mencakup penataan sistem jaringan dan optimalisasi sumber air, peningkatan pelayanan di kawasan yang belum terlayani maksimal, penguatan manajemen dan SDM internal, pemanfaatan digitalisasi dan analisis data, serta kolaborasi multisektor.

Menurut Didi Aryadi, RBJM bukan hanya sekadar dokumen administratif. “Rencana bisnis ini bukan sekadar dokumen administratif. Ia adalah kompas kebijakan yang akan menuntun Perumda lima tahun ke depan untuk menjawab tantangan sekaligus peluang pelayanan publik di sektor air minum,” ujarnya.

Penyusunan RBJM 2026-2030 juga menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan penduduk dan pemukiman. Dokumen ini diharapkan menjadi dasar perencanaan jangka menengah Perumda, sekaligus mencerminkan visi menjadi penyedia layanan air yang andal dan berwawasan lingkungan.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Noviardi Zein, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan Perumda menjadi kunci transformasi layanan air bersih yang lebih merata dan adil. Noviardi Zein mengatakan pada Senin (15/7/2025), rencana bisnis ini juga akan menjadi instrumen transparansi dan akuntabilitas kepada publik. “RBJM menjadi panduan penting untuk pengambilan keputusan yang tepat dan partisipatif, agar masyarakat memperoleh akses air bersih yang adil dan berkualitas,” katanya.