AMPEK ANGKEK – Ratusan jamaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Agam, seperti Ampek Angkek, Baso, Canduang, Tilatang Kamang, dan Sungai Pua, memadati Surau Ka’bah Inyiak Tuah, Jorong Surau Lauik, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, dalam rangka tabligh akbar peringatan satu tahun berdirinya surau tersebut. Acara ini menghadirkan Buya Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh sebagai penceramah.
Dalam tausiahnya, Buya Ristawardi menyoroti pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan diridhai Allah SWT. Ia juga menekankan pentingnya menghormati orang tua. “Terjadinya beda pendapat antara suami dengan istri itu hal biasa dalam rumah tangga asalkan dihadapi dengan sabar,” ujarnya. Ia menambahkan, perbedaan pendapat dalam rumah tangga bukan berarti adanya kebencian, melainkan kurangnya pengendalian diri. “Untuk meredam semua itu ingatlah anak-anak,” imbuhnya.
Buya Ristawardi juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga kerukunan dalam rumah tangga. “Ujian itu selalu ada, untuk itu hadapilah ujian itu dengan sabar dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kunci rumah tangga bahagia itu adalah sabar, tabah, dan saling menghargai,” ungkapnya.
Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM. Dt. Tan Batuah, selaku pendiri Surau Ka’bah, menjelaskan bahwa pembangunan surau ini bertujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat. Benni Warlis mengatakan, Surau Ka’bah dibangun pada awal tahun 2024 dan telah diresmikan pada Agustus 2024 oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
“Surau ka’bah sengaja saya bangun untuk mengajak masyarakat untuk bangkik dari surau,” kata Benni Warlis dalam sambutannya. Ia menambahkan, selain sebagai tempat ibadah, Surau Ka’bah juga menyediakan fasilitas olahraga seperti futsal dan karate, serta sarana kesenian tradisional seperti silek, randai, dan dikia rabano, sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan diri.
Benni Warlis menambahkan, bangunan dua lantai ini terbuka untuk umum dan gratis digunakan untuk berbagai kegiatan positif. “Alhamdulillah surau ka’bah selalu ramai digunakan oleh masyarakat dan jamaah. Bahkan setiap hari digunakan sebagai tempat manasik. Dari berbagai daerah masyarakat datang melaksanakan berbagai kegiatan,” sebutnya.








