Batusangkar – Guna meningkatkan kemandirian fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar fokus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak restoran dan rumah makan. Hal ini terungkap dalam audiensi antara Pemkab dengan para pengusaha restoran dan rumah makan yang berlangsung di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, kemarin.
Bupati Tanah Datar menjelaskan bahwa optimalisasi pajak daerah merupakan langkah krusial untuk mewujudkan kemandirian fiskal. Menurutnya, peningkatan penerimaan pajak akan dialokasikan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Datar.
“Dengan mengoptimalkan penerimaan pajak daerah, pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan di daerah dan mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah pusat,” ujarnya.
Bupati juga mengharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan penataan ulang jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), serta menyesuaikan besaran tarif pajak daerah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pengusaha. “Kita pemerintah daerah adalah bagian marketing dari usaha bapak dan ibuk. Dari itu, mari bersinergi dan berkolaborasi yang baik untuk kemajuan pembangunan di Tanah Datar yang kita cintai ini,” katanya.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan imbauan kepada seluruh restoran dan rumah makan untuk mencantumkan daftar harga yang jelas, menyediakan fasilitas toilet yang bersih, serta tidak melakukan praktik penaikan harga secara sewenang-wenang.
Menanggapi upaya Pemkab, Hendri Z, pemilik Rumah Makan Sawah 9, menyatakan bahwa selama ini pihaknya telah berkontribusi membayar pajak, meskipun belum menerapkan sistem pemungutan pajak langsung dari konsumen. Pajak yang dibayarkan selama ini diambil dari hasil penjualan restoran.
Senada dengan Hendri, Juneidi, perwakilan Ekopark Tankayo, menegaskan komitmen perusahaannya untuk selalu taat membayar pajak. Namun, ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat mempertimbangkan penyesuaian tarif pajak yang lebih proporsional.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Asisten Setda Desi Trikorina, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jasrinaldi.








