Oleh : Febby Dt Bangso
Ketua Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMPP)
Persoalan Viral Mahasiswa Terancam Tidak Bisa Melanjutkan Kuliah karena ketidakmampuan membayar uang kuliah harus diselesaikan segera jangan keburu mahasiswa stress dan ada yang nekat bunuh diri seperti kejadian beberapa waktu lalu di universitas negeri yogyakarta (UNY)
Ada 191 yang sebetulnya layak mendapatkan KIP tersebut, terapi karena fihak unand tidak melakukan visitasi untuk validasi secara komprehensif hanya berdasarkan random dengan alasan tidak ada uang operational untuk itu sangat disesalkan.
Saya selaku Ketua Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMPP) Meminta rektor mengambil suatu kebijakan agar masalah ini tidak merusak dunia pendidikan di ranah minang
Unand dengan PTNBH harusnya lebih dewasa mengambil suatu kebijakan atas nama hak pendidikan untuk anak bangsa , Sumatera Barat yang dibanggakan dengan industri otaknya, harusnya malu kalau urusan uang kuliah ini viral lagi di media nasional, cukup urusan jalan tol, pelecehan seksual di kampus jangan tambah lagi persoalan persoalan uang kuliah, mahasiswa tidak bisa melanjutkan pendidikannya.
Rektor harus mengevaluasi kinerja direktur kemahasiswaan, tidak layak melakukan penekanan terhadap mahasiswa, jangan pertakut mereka, mahasiswa disuruh melapor ke Mendikbud atau langsung ke Presiden.
Itu tidak elok, harusnya dia direktur kemahasiwaan itu menjadi sitawa sidingin, evaluasi kenapa yang pantas menerima KIP itu gagal mendapatkannya, sementara yang tidak berhak bisa dapat KIP.
Amankan mahasiswa untuk mengisi KRS, Banyak sekali sekema yang masih bisa dilakukan, Direktur Kemahasiswaan tidak boleh arogan, mahasiswa ini anak bangsa, orang kampung kita, saudara seiman, dan saudara setanah air.
Kita harapkan juga pro aktif ikatan alumni Unand dan wali Amanat untuk bersama sama mencarikan solusinya , FDB juga mengapresiasi gerakan dosen dikampus yang juga sudah mulai badoncek untuk menyelesaikan persoalan ini , tentu saja ini juga tidak bisa maksimal kita berharap menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Rektor bisa punya banyak cara untuk membantu menyelesaikan persoalan ketidak mampuan mahasiswa dan keluarganya, bisa seperti yang dilakukan walikota pariaman minta seluruh anak Pariaman yang tersangkut biaya melapor ke dinas pendidikan di Pariaman, bisa saja potensi baznas, csr dan lainnya.
Saya yakin rektor dan jajarannya bisa menyelesaikan semua ini dengan baik, apalagi alumni unand ini banyak yang hebat dimana mana, tentu ini akan menjadi preseden buruk kalau ada 500 mahasiswa tidak mampu melanjutkan kuliah karena ketiadaan.








