Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menggandeng Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Provinsi Sumatera Barat untuk menyelenggarakan Workshop Peningkatan Mutu Kepala Sekolah. Acara yang diikuti ratusan kepala sekolah SMP dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Barat ini digelar di Hotel Pusako Bukittinggi, Jumat (25/7/2025).
Kegiatan dengan tema “Menguatkan Kompetensi Kepala Sekolah Menuju Mutu Pendidikan yang Unggul dan Adaptif terhadap Perubahan Kebijakan” ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Herriman, Ketua MKKS Provinsi Sumbar Zulfamiarti, pengurus MKKS Provinsi, Ketua MKKS Kota Bukittinggi, serta para kepala sekolah SMP se-Sumatera Barat.
Drs. Jalinus, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa workshop yang didanai secara mandiri oleh kepala sekolah dan pengurus MKKS ini akan berlangsung selama dua hari. Ia menambahkan, materi yang akan dibahas mencakup berbagai peraturan terbaru. “Materi yang akan dibahas meliputi berbagai peraturan terbaru, termasuk Permendikbud Nomor 11, 12, dan 13 Tahun 2025 serta Permendiknas Nomor 7 Tahun 2025,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Ia mengatakan bahwa pendidikan adalah salah satu prioritas utama pembangunan daerah. “Pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah. Pemerintah Kota Bukittinggi terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan,” ujarnya. Ibnu Asis berharap workshop ini dapat meningkatkan pengetahuan kepala sekolah dan mempererat kolaborasi antar daerah dalam menghadapi regulasi baru. “Selamat datang di Kota Bukittinggi,” tambahnya.
Zulfamiarti, Ketua MKKS Provinsi Sumatra Barat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman terhadap isu dan kebijakan pendidikan. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antar daerah demi peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik. “Dengan dinamika regulasi yang terus berubah, diperlukan pemahaman bersama agar pelaksanaan di lapangan tidak berbeda arah,” terangnya pada Jumat (25/7/2025). Zulfamiarti juga menambahkan, “Forum ini tidak hanya menjadi tempat diskusi, tapi juga sarana menyatukan visi pendidikan di Sumatera Barat.”








