Bukittinggi – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi di Sumatera Barat mulai mengancam sektor pariwisata. Sulitnya memperoleh solar, ditambah antrean panjang di sejumlah SPBU, dikhawatirkan mengganggu operasional armada transportasi wisata dan berdampak pada kenyamanan wisatawan.
Managing Director Saffira Tour and Travel, Eliza AB, mengatakan kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi pelaku usaha perjalanan wisata. Sebab, armada transportasi merupakan tulang punggung pelayanan wisatawan yang datang berkunjung ke berbagai destinasi di Sumatera Barat.
“Kalau BBM solar sulit didapat, tentu akan mengganggu operasional kami. Armada yang membawa wisatawan harus tetap berjalan sesuai jadwal. Jangan sampai wisatawan yang datang ke Sumbar justru terganggu karena persoalan distribusi BBM,” ujar Eliza saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (28/7/2026).
Menurut Eliza, agen perjalanan merupakan salah satu ujung tombak yang mendatangkan wisatawan ke Sumatera Barat. Karena itu, kelancaran distribusi BBM harus menjadi perhatian serius agar aktivitas pariwisata tidak ikut lumpuh akibat kendala transportasi.
Ia mengingatkan bahwa persoalan BBM bukan sekadar menyangkut operasional kendaraan, tetapi juga menyentuh citra daerah sebagai destinasi wisata. Keterlambatan keberangkatan, perubahan jadwal perjalanan, hingga terganggunya pelayanan kepada wisatawan dapat menurunkan kepercayaan terhadap Sumatera Barat sebagai tujuan wisata.
“Pariwisata membutuhkan kepastian. Kami berharap kebutuhan BBM untuk armada transportasi wisata dapat terpenuhi sehingga pelayanan kepada wisatawan tetap optimal dan kepercayaan mereka terhadap destinasi di Sumatera Barat tetap terjaga,” katanya.
Eliza meminta pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi BBM solar. Menurutnya, apabila kondisi ini terus berlarut, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha transportasi dan biro perjalanan, tetapi juga hotel, restoran, destinasi wisata, hingga masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
Peraih AITTA Award 2026 kategori The Best Inbound Tour and Travel in West Sumatra itu menegaskan, Sumatera Barat sedang berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Karena itu, persoalan distribusi BBM tidak boleh menjadi hambatan yang mencoreng pengalaman wisatawan maupun merusak citra pariwisata daerah. (***)






