DomaiNesia

Bantuan Sumur Bor Batal: Warga Agam Protes, Geruduk Walinagari

bantuan-sumur-bor-diduga-dipersulit,-warga-geruduk-kantor-walinagari-gadut
Bantuan Sumur Bor Diduga Dipersulit, Warga Geruduk Kantor Walinagari Gadut
www.domainesia.com

AGAM – Harapan warga Padang Rajo, Nagari Gadut, Kabupaten Agam untuk memiliki sumur bor air bersih pupus, memicu kekecewaan mendalam. Puluhan warga mendatangi kantor walinagari pada Senin (4/8), sebagai bentuk protes atas dugaan kurangnya respons pemerintah setempat terhadap tawaran bantuan dari pihak ketiga.

Dona, seorang warga Padang Rajo, mengungkapkan kekecewaannya usai mendatangi kantor Walinagari Gadut. “Kita kecewa karena niat baik donatur itu tidak direspon dengan baik,” ujarnya pada Senin (4/8).

Diceritakan Dona, selama puluhan tahun warga Padang Rajo kesulitan mengakses air bersih. Mereka terpaksa membeli air seharga Rp 80 ribu per tangki. Untuk kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), warga mengandalkan air limbah dari kolam masjid, yang bahkan saat kemarau kondisinya memprihatinkan.

Kondisi tersebut menarik perhatian Ida Ardjunas Abdul Malik, Owner Mitra Arena. Ida menawarkan bantuan pembuatan sumur bor air bersih. Dona menjelaskan, Ida sebelumnya telah memberikan bantuan paket sembako kepada warga Jorong Padang Rajo. Warga kemudian menyampaikan keluhan terkait kesulitan air bersih kepada Ida.

Ida bersedia membantu pengadaan air bersih dengan syarat pembebasan lahan untuk penggalian sumur. Warga menyambut baik tawaran ini dan menyiapkan lokasi serta konsep surat permohonan hibah kepada pemilik lahan. Namun, saat berkonsultasi dengan walijorong, surat tersebut justru dirobek di hadapan walinagari.

Selain itu, warga mendapat informasi dari seorang kader bahwa nagari telah menyiapkan dana Rp 500 ribu untuk membangun sumber air bersih. Akibatnya, dana dari donatur dianggap lebih baik digunakan untuk keperluan lain. Informasi ini sampai ke telinga donatur, yang kemudian mengalihkan dananya ke nagari lain.

Menanggapi kekecewaan warga, Walinagari Gadut, Edison, menjelaskan bahwa dana tersebut masih dalam proses pengajuan ke pemerintah provinsi. “Kita sudah ajukan permohonan, namun belum dipastikan. Kapan direalisasikan (dicairkan),” katanya pada Senin (4/8). Bahkan, walinagari meminta absen warga yang datang ke kantor sebagai penguat permohonan ke pemerintah provinsi.

Terkait dugaan mempersulit pengurusan penyediaan air bersih, Jorong PGRM, Dika, Walinagari Edison, dan Camat Tilatang Kamang, Noviardi Ismail, membantah tudingan tersebut. “Kita tidak mempersulit pengurusan pengadaan sumur bor air bersih di Padang Rajo,” ujar mereka.

Edison mengakui merobek surat permohonan hibah. Ia beralasan karena konsep surat yang diajukan salah. Ia juga menegaskan mendukung kegiatan tersebut, namun lokasi harus jelas sebelum pekerjaan dimulai.

Noviardi Ismail juga membantah menghalangi atau mempersulit pengadaan air bor. “Itu informasi tidak benar,” tegasnya. Ia mengklaim telah memfasilitasi keinginan donatur dengan mengkomunikasikannya dengan pihak wali nagari maupun jorong.

Ida Ardjunas Abdul Malik membenarkan telah mengalihkan dana untuk membangun sumur bor ke nagari lain yang lebih membutuhkan. Ia menyatakan siap mengalokasikan kembali bantuan untuk warga Padang Rajo jika walinagari mengajukan permohonan tertulis. “Jika itu ada kita siap mengalokasikan dana tanpa batas untuk pengadaan air bersih di kampung itu,” tegasnya.