JAKARTA – Merespon maraknya kasus penipuan digital yang menimpa masyarakat Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis kecerdasan artifisial (AI). Fitur ini diharapkan menjadi solusi inovatif untuk melindungi pengguna dari berbagai ancaman penipuan online.
Langkah proaktif IOH ini didasari oleh laporan Global Anti-Scam Alliance (GASA) dalam Asia Scam Report 2024 yang mengungkap fakta bahwa 65% masyarakat Indonesia berpotensi menjadi korban penipuan setiap minggunya, mulai dari pesan teks phishing hingga investasi bodong.
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam bekerja secara otomatis dan real-time dengan mendeteksi pengirim pesan atau penelepon mencurigakan. Sistem akan menyaring potensi ancaman dan memberikan peringatan dini kepada pelanggan. Teknologi ini dibangun di atas platform AIvolusi5G, yang menggabungkan kecerdasan AI dengan jaringan 5G milik Indosat. Keunggulan pemrosesan langsung di jaringan (on-network) memungkinkan fitur ini diakses oleh semua kalangan tanpa memerlukan perangkat khusus atau koneksi premium.
Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, pada Jumat (27/6/2025) menegaskan komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya. “Indosat meyakini bahwa perlindungan digital adalah hak dasar setiap masyarakat Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi dengan Tanla dalam menghadirkan solusi AI powered Anti-Spam dan Anti-Scam menunjukkan bahwa teknologi dapat melindungi kehidupan digital sehari-hari. “Dibangun di atas Sovereign AI Factory milik Indosat yang didukung GPU NVIDIA Blackwell tercanggih, solusi ini memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi spam dan scam secara real-time, memperkokoh ketahanan digital bangsa dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital,” katanya.
Peluncuran fitur ini merupakan hasil kerjasama dengan Tanla, mitra teknologi AI, serta dukungan dari kolaborator global seperti Mastercard, GSMA, dan GASA. Semangat gotong royong menjadi landasan kolaborasi ini dalam menanggulangi masalah spam dan scam di Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat memainkan peran penting dalam memerangi penipuan dan memastikan akses digital yang lebih aman, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menyambut baik inisiatif ini. “Pemerintah menyambut baik langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Indosat sebagai bagian dari upaya kolektif membangun ruang digital yang aman,” ujarnya. Ia menambahkan, AI harus membawa teknologi lebih dekat dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang. “Indonesia tidak ingin hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pembentuk arah pemanfaatan AI yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat,” katanya.
Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi Indosat menuju AI-TechCo, dengan komitmen menghadirkan solusi yang aman, modern, dan inklusif. Melalui kampanye “AI untuk Kita Semua”, Indosat berupaya memastikan bahwa teknologi AI dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang, tanpa terkecuali. Peluncuran ini juga sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan Indonesia.








