PADANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Divre II Sumbar) menjadikan kesehatan karyawan sebagai prioritas utama dalam peningkatan kualitas pelayanan. Hal ini diwujudkan melalui implementasi Employee Well-Being Policy (EWP) yang salah satunya direalisasikan melalui program “Health Challenge”.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen KAI dalam mendukung visi pembangunan nasional dan pelayanan publik yang berkualitas. “Melalui kegiatan bertajuk ‘Health Challenge’, program Employee Well-Being ini bertujuan membangun budaya kerja yang sehat serta meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya pola hidup sehat, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya di Padang, Jumat (27/6/2025).
Program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong terciptanya lingkungan kerja sehat di seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mendukung program Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kota Padang dalam upaya menghentikan kebiasaan merokok. Sebagai langkah awal, KAI Divre II Sumbar menggandeng mitra strategis di bidang kesehatan, seperti Puskesmas, RSU Bunda Padang, dan berbagai pihak medis untuk menyukseskan Mini Medical Check Up (MCU) dan pemeriksaan Smoking Analyzer.
“Health Challenge” ini sendiri terdiri dari beberapa kategori, di antaranya Healthy Lifestyle Champion bagi pekerja yang konsisten menjalankan gaya hidup sehat, Tobacco Free Ambassador/Smoking Cessation Challenge bagi pekerja yang berhasil berhenti merokok, Fitness Inspiration Challenge bagi pekerja yang menginspirasi rekan kerja melalui komitmen terhadap kebugaran jasmani, Personal Health Improvement Challenge bagi pekerja yang menunjukkan perbaikan signifikan pada kondisi penyakit kronis, dan Mental Health Influencer Challenge bagi pekerja yang aktif mempromosikan kesehatan mental.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kondisi fisik dan mental karyawan, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan individu, tetapi juga sebagai langkah awal dalam menyusun strategi peningkatan kesejahteraan karyawan secara terstruktur dan berkelanjutan. Dengan data yang akurat, manajemen dapat melakukan intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Reza menambahkan, program EWP ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan SDM di lingkungan BUMN, di mana kesehatan karyawan dipandang sebagai aset utama dalam memberikan pelayanan publik yang andal, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. “Dengan terlaksananya program ini, KAI Divre II Sumbar menegaskan bahwa transformasi pelayanan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui pembangunan manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya pada Jumat (27/6/2025).








