Padang – Kapolda Sumatera Barat, Irjend Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, terutama yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Ia menekankan tidak boleh ada perlindungan terhadap personel yang mencoreng nama baik institusi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri acara Duduak Basamo Kapolda dengan Insan Pers Sumatera Barat di Padang, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Djati Wiyoto Abadhy menyebut berbagai persoalan yang menjadi perhatian kepolisian, mulai dari masalah sosial, tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai penyakit masyarakat lainnya. Karena itu, ia memerintahkan seluruh jajaran bertindak cepat, profesional, dan tegas terhadap setiap pelanggaran.
“Saya sudah memberikan peringatan agar segera dilakukan tindakan tegas. Jangan ada yang melindungi anggota yang terlibat, khususnya dalam kasus narkoba. Siapa pun yang melanggar harus diproses sesuai aturan,” tegasnya.
Kapolda menegaskan bahwa pembenahan institusi harus dimulai dari internal Polri. Menurutnya, penegakan disiplin dan integritas merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
“Kita harus berani membersihkan institusi dari oknum-oknum yang mencoreng nama baik Polri. Kalau ingin organisasi ini semakin baik, maka pelanggaran di internal harus ditindak tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Di sisi lain, Djati juga memastikan anggota yang menunjukkan prestasi dan dedikasi dalam bertugas akan mendapatkan penghargaan melalui promosi jabatan, kesempatan mengikuti pendidikan, maupun pengembangan karier.
Pada kesempatan itu, Kapolda turut mengajak insan pers untuk terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada media untuk menyampaikan informasi maupun masukan terkait persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Saya menerima semua masukan. Rekan-rekan media silakan menyampaikan informasi kepada saya. Banyak informasi yang saya terima, bahkan sejak masih bertugas di Kalimantan Utara, dan semuanya sangat membantu dalam pelaksanaan tugas,” katanya.
Kapolda berharap sinergi antara Polri dan media terus diperkuat sehingga berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan transparan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dengan insan pers menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Barat. (***)






