PESISIR SELATAN –Putra asli Pesisir Selatan yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli DPR RI, Luthfi Akbar, menyatakan apresiasi mendalam atas keberhasilan pembangunan jembatan di kampung halamannya. Luthfi menyebut proyek ini sebagai “kemenangan rakyat”, yang terwujud berkat semangat persatuan dan gotong royong dari berbagai pihak.
“Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Pesisir Selatan hari ini membuktikan, jika kita bergerak bersama, maka jarak menjadi dekat, dan mimpi menjadi nyata,” ujar Luthfi.
Sebagai putra daerah, Luthfi merasakan betul ikatan emosional yang kuat dengan Pesisir Selatan. Ia mengungkapkan bahwa terwujudnya proyek ini adalah hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, anggota DPR RI, kementerian terkait, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang terlibat di balik layar.
Secara khusus, Luthfi juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang konsisten mengawal informasi. Ia menyebut media sebagai “jembatan suara rakyat” yang berhasil menarik perhatian pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan.
“Terima kasih kepada semua yang terlibat, baik yang terlihat maupun yang bekerja tanpa sorotan. Kemenangan ini bukan milik satu pihak, tapi milik seluruh rakyat Pesisir Selatan,” tegasnya.
Luthfi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengawal proses pembangunan hingga tuntas, memastikan proyek ini aman dan bermanfaat bagi semua.
“Kalau satu jembatan bisa kita wujudkan dengan kebersamaan, maka banyak lagi yang bisa kita bangun untuk Pesisir Selatan,” tutupnya, menekankan bahwa jembatan ini bukan hanya penghubung fisik, tetapi juga simbol persatuan demi masa depan daerah yang lebih baik.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan akan membangun jembatan gantung di 3 desa di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, pada tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp23,7 miliar. Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumbar E. Putra Friandi mengatakan pembangunan jembatan gantung yang dibangun tersebut merupakan jembatan lama yang telah rusak total akibat dilanda banjir bandang yang melanda wilayah Pesisir Selatan pada Maret 2024 lalu.
“Anggaran untuk pembangunan jembatan ini dari Kementerian PU, dengan alokasi untuk satu unit jembatan Rp7,9 miliar. Artinya proyek jembatan akan dilakukan pada 3 titik, maka total anggarannya mencapai Rp23,7 miliar. Tahun ini dimulai dan diperkirakan selesai di awal tahun 2026 mendatang,” katanya sebagaimana dilansir sejumlah media nasional, Kamis (14/8/2025).
Dia menjelaskan jembatan yang akan dibangun dalam waktu dekat itu, merupakan jembatan gantung, mengingat fungsi dari jembatan tersebut merupakan penghubung antar desa, yang memiliki peranan yang besar terhadap akses petani, pendidikan, dan juga masyarakat setempat. “Jembatan ini perannya besar terhadap perekonomian masyarakat di pedesaan, sehingga pengerjaannya pun akan dimulai sesegera mungkin. Tentunya hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat,” ujarnya. R








