Ragam  

Reaktivasi Kereta Api Kayutanam-Padang Panjang Butuh Teknologi Khusus

Padang Pariaman – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengkaji penggunaan teknologi khusus untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api Kayutanam-Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kondisi jalur Kayutanam menuju Padang Panjang berbeda dengan jalur kereta api di Pulau Jawa. Menurutnya, jalur ini memiliki medan terjal dan sejumlah jembatan yang perlu diperkuat sebelum dilalui kereta.

Karena itu, dibutuhkan teknologi khusus untuk menghidupkan jalur kereta api itu kembali.

“Mulai dari Stasiun Kayutanam ke arah Padang Panjang, gradiennya ada yang sampai 70 per mil. Kalau 70 ini, kita harus pakai teknologi yang pas,” kata Bobby kepada wartawan saat pencanangan reaktivasi di Stasiun Kayutanam, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro.

Bobby mengatakan, teknologi dalam reaktivasi yang digunakan di Jawa dan Sumatera Selatan belum tentu cocok untuk jalur di Sumbar.

Salah satu yang perlu dikaji adalah penggunaan rel bergerigi, seperti yang pernah diterapkan pada jalur kereta di daerah tersebut.

Selain medan terjal, KAI juga harus memperbaiki atau memperkuat sejumlah jembatan. Bobby menyebut ada sekitar delapan jembatan yang perlu mendapat perhatian.

Selain itu, menurutnya, infrastruktur rel kereta lama dibangun dengan kemampuan menahan beban yang berbeda dari kebutuhan kereta saat ini.

Dia menyebut kemampuan poros jalur lama sekitar sembilan ton, sedangkan standar kereta yang digunakan KAI saat ini mencapai 18 ton.

“Jadi ada beberapa jembatan yang nanti harus kita tingkatkan kekuatan dan kemampuan daya angkutnya,” ujarnya.

Kondisi geografis Sumbar dan potensi bencana alam juga menjadi perhatian.

KAI menurutnya perlu memastikan jalur yang diaktifkan kembali aman untuk perjalanan kereta.

Reaktivasi tahap pertama akan menghubungkan Kayutanam dengan Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer.

KAI sendiri menargetkan pembangunan fisik dimulai pada 2027, setelah kajian teknis dan Detail Engineering Design (DED) selesai.

Bobby mengatakan, kajian tersebut akan menentukan kebutuhan teknologi dan perbaikan infrastruktur sebelum jalur kembali digunakan. (***)