Padang – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumatera Barat, Ridwan Hosen, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat dalam kondisi aman. Antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, menurutnya, bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan keterlambatan distribusi akibat kemacetan dan gangguan pada jalur transportasi.
“Yang terjadi bukan kelangkaan BBM. Baik Pertalite, Biosolar, maupun BBM nonsubsidi lainnya tersedia. Distribusi hanya melambat karena ada gangguan prasarana transportasi. Di beberapa titik sedang dilakukan perbaikan sehingga pengiriman BBM ke SPBU menjadi terlambat,” kata Ridwan, Selasa (7/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying). Menurutnya, seluruh SPBU di Sumatera Barat tetap beroperasi dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami atas nama Hiswana Migas mewakili seluruh SPBU di Sumatera Barat tetap siap melayani kebutuhan masyarakat. Kami mohon masyarakat bersabar dan tidak perlu panik. Mari bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya.
Ridwan juga mengapresiasi langkah cepat Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di tengah terganggunya jalur distribusi. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari mempercepat operasional terminal BBM yang kini dimulai pukul 00.00 WIB dari sebelumnya pukul 06.00 WIB, menambah armada mobil tangki, hingga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawal kendaraan pengangkut BBM agar dapat melewati titik-titik kemacetan dengan lebih cepat.
“Upaya yang dilakukan Pertamina patut kami apresiasi. Mereka mempercepat operasional terminal, menambah armada mobil tangki, dan meminta pengawalan dari kepolisian sehingga distribusi bisa lebih cepat sampai ke SPBU,” katanya.
Menurut Ridwan, langkah yang dilakukan Pertamina Patra Niaga, baik di tingkat regional maupun pusat, sudah sangat maksimal dalam mengatasi keterlambatan distribusi akibat kondisi di lapangan.
Di sisi lain, ia menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi di Sumatera Barat. Salah satu usulan yang didorong Hiswana Migas adalah penambahan fasilitas integrated terminal sebagai penyangga pasokan BBM di daerah.
“Kami berharap ke depan ada penambahan integrated terminal di Sumatera Barat. Dengan adanya fasilitas tersebut, kapasitas penyimpanan BBM akan lebih besar dan distribusi menjadi lebih fleksibel apabila terjadi gangguan di jalur transportasi seperti yang kita alami saat ini,” ujarnya.
Menurut Ridwan, keberadaan integrated terminal tambahan akan meningkatkan ketahanan energi daerah, mempercepat distribusi BBM, serta mengurangi risiko keterlambatan pasokan saat terjadi bencana, kemacetan, maupun perbaikan infrastruktur jalan.
Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah dan Pertamina, penguatan infrastruktur distribusi BBM di Sumatera Barat dapat direalisasikan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin andal dan antrean panjang akibat hambatan distribusi dapat diminimalkan pada masa mendatang. (***)






