Padang – Inovasi mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) membuahkan hasil manis. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) UNP tahun 2025 berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkat inovasi alat sortir manggis otomatis berbasis machine learning. Alat ini diharapkan menjadi solusi efektif bagi petani manggis.
Tim yang menamakan diri MangiSort ini, tidak hanya memberikan ide atau membeli alat jadi, namun merancang dan membangun prototipe alat sortir buah manggis otomatis dari awal. Pengembangan seluruh komponen dilakukan secara mandiri, mulai dari sistem mekanik, elektronika, pemrograman, hingga pengujian.
Firmansyah, ketua tim, menjelaskan bahwa semangat PKM-KC adalah menciptakan sesuatu dari nol. “Kami merancang dan membangun alat ini dari nol, sesuai semangat PKM-KC. Ini bukan proyek beli alat lalu pakai, tapi betul-betul hasil rancangan dan rekayasa teknologi yang kami bangun sendiri,” ujarnya.
Tim MangiSort beranggotakan empat mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Firmansyah, Selvi Afmailia, Muhammad Hafiv, dan Selvia Lubis. Mereka dibimbing oleh Dosen Dr. Mukhlidi Muskhir, S. Pd, M.Kom. Kolaborasi ini menghasilkan solusi untuk masalah klasik yang dihadapi petani manggis, yaitu penyortiran buah secara manual yang lambat, kurang akurat, dan berdampak pada kualitas ekspor.
Alat sortir manggis otomatis ini menggunakan Raspberry Pi, Arduino Mega 2560, kamera webcam, serta algoritma Convolutional Neural Network (CNN). Dengan teknologi tersebut, alat ini mampu menyortir manggis berdasarkan warna kulit, ukuran, kematangan, dan cacat fisik secara otomatis. Hasil sortir ditampilkan pada layar LCD dan dikategorikan ke dalam kotak kualitas secara real-time.
Selvi menambahkan, inovasi ini merupakan hasil dari proses belajar, merancang, menyolder, memprogram, dan menguji langsung di lapangan. “Inovasi ini hadir sebagai proses belajar, merancang, menyolder, memprogram, dan menguji langsung di lapangan. Ini esensi PKM-KC sesungguhnya,” katanya.
Inovasi ini sejalan dengan tema PKM 2025, yaitu Kemandirian Pangan, Energi, dan Air, karena mendukung peningkatan mutu dan daya saing buah ekspor lokal, khususnya manggis. Tim MangiSort berharap alat ini dapat membantu petani dan koperasi hortikultura di daerah melalui pendekatan teknologi tepat guna. Saat ini, tim menargetkan alat tersebut siap diuji lapangan dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk inovatif berkelanjutan dari kampus.








