Ragam  

Harlah ke-80, Muslimat NU Sumbar Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan hingga Kesehatan

Padang — Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 yang dirangkai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pertama Muslimat NU Sumbar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Minggu (23/8/2026).

Rakerwil tersebut menjadi momentum bagi Muslimat NU Sumbar untuk menyusun, mengevaluasi, sekaligus memantapkan program kerja organisasi untuk satu tahun ke depan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Sumatera Barat Adib Fikri yang mewakili Gubernur Sumbar Mahyeldi, jajaran pengurus NU Sumbar, pengurus Muslimat NU, serta sejumlah tokoh NU lainnya.

Ketua Muslimat NU Sumbar, Rizka Eka Putri, mengatakan peringatan Harlah ke-80 menjadi momentum strategis bagi Muslimat NU untuk memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pada Harlah ke-80 ini, Muslimat NU juga mencanangkan sejumlah program yang nantinya akan dilaksanakan oleh seluruh Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” kata Rizka.

Menurutnya, Rakerwil pertama Muslimat NU Sumbar diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari pengurus cabang Muslimat NU dari 19 kabupaten dan kota se-Sumbar.
Rakerwil yang berlangsung sehari tersebut juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti para pengurus Muslimat NU.

Rizka menjelaskan, program kerja yang dibahas dalam Rakerwil merupakan agenda resmi organisasi di tingkat wilayah yang mengacu pada hasil Kongres Muslimat NU di Surabaya.

Sejumlah program prioritas yang akan dijalankan mencakup bidang sosial, lingkungan, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pertama, ada program Muslimat Mesem Peduli Kemiskinan Ekstrem. Kedua, Muslimat Peduli Lingkungan, di antaranya pengelolaan sampah melalui bank sampah dan penanaman pohon. Ketiga, program Muslimat Bugar di bidang kesehatan,” jelasnya.

Ia menegaskan, program yang dihasilkan melalui Rakerwil tersebut tidak berhenti pada tingkat kepengurusan wilayah, tetapi akan diturunkan dan dilaksanakan oleh seluruh Pengurus Cabang Muslimat NU di Sumatera Barat.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Cabang untuk melaksanakan program-program yang telah dilahirkan dari Rakerwil Muslimat NU ini,” ujarnya.

Selain program sosial dan pemberdayaan masyarakat, Muslimat NU Sumbar juga terus memperkuat sektor pendidikan dan ekonomi melalui sejumlah lembaga yang berada di bawah naungannya.

Di bidang pendidikan, Muslimat NU memiliki Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) yang mengelola lembaga pendidikan mulai dari jenjang PAUD dan TK. Saat ini terdapat sekitar 37 PAUD yang dikelola melalui lembaga tersebut.

Sementara di bidang kesejahteraan dan ekonomi, Muslimat NU Sumbar memiliki Koperasi Annisa. Koperasi tersebut telah beroperasi di Kabupaten Pasaman dan sejumlah daerah lainnya dengan kegiatan utama di bidang simpan pinjam serta pengembangan koperasi primer.

Rizka berharap seluruh program yang telah disusun dalam Rakerwil pertama tersebut dapat direalisasikan secara konsisten oleh jajaran Muslimat NU hingga tingkat cabang.

“Harapan kami, seluruh program yang dilahirkan dari Rakerwil ini benar-benar dapat dilaksanakan di setiap Pengurus Cabang Muslimat NU di Sumatera Barat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizka didampingi Ketua Panitia Pelaksana Yennita Yatim, S.Sos., S.H., M.Pd., serta Sekretaris Panitia Pelaksana Dr. Lilis Andriani, M.Pd.