Padang Pariaman — Kabar baik bagi masyarakat Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan Kayu Gadang Sikabu yang menjadi akses vital bagi masyarakat dipastikan segera dibangun melalui anggaran APBN Tahun 2026.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, H. Andre Rosiade, menyampaikan pembangunan jembatan tersebut telah masuk dalam program jalan daerah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun 2026, dengan total anggaran Rp. 47,5 Milyar.
Menurut Andre, seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan telah dilengkapi. Dengan demikian, proses pembangunan diharapkan dapat segera dimulai dalam beberapa bulan mendatang.
“Insyaallah dalam beberapa bulan ke depan jembatannya akan segera dibangun melalui anggaran APBN, Kementerian PU untuk program jalan daerah tahun 2026. Alhamdulillah, seluruh dokumen administrasi maupun teknis, termasuk rekomendasi dan sebagainya, sudah lengkap,” ujar Andre Rosiade.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya, yang telah membantu menyelesaikan berbagai persyaratan sehingga pembangunan Jembatan Kayu Gadang Sikabu dapat masuk dalam program Kementerian PU.
“Alhamdulillah sudah dimasukkan oleh Kementerian PU. Sehingga insyaallah akhir tahun ini sudah mulai dibangun jembatan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedi Aziz menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Kecamatan Lubuk Alung, Nagari Sikabu, kami mengucapkan banyak terima kasih. Ini adalah kolaborasi dan kerja sama kita semua, termasuk jajaran perangkat daerah Kabupaten Padang Pariaman yang sangat dibantu oleh Pak Andre dan Pak Andi,” ujar Jhon Kenedi Aziz.
Menurut Bupati, Jembatan Kayu Gadang Sikabu memiliki peran yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Selama jembatan tersebut belum tersedia, masyarakat harus menempuh perjalanan memutar sekitar 10 kilometer untuk mendapatkan akses melalui jembatan lainnya.
“Jembatan Kayu Gadang Sikabu ini memang sangat vital dan sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat Sikabu. Kalau tidak ada jembatan ini, mereka harus memutar sekitar 10 kilometer ke arah jembatan lainnya,” jelasnya.
Jhon Kenedi berharap pembangunan jembatan tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai rencana. Ia memperkirakan pekerjaan fisik jembatan sudah dapat dimulai sekitar November 2026.
“Insyaallah, kalau Allah mengizinkan, nanti sekitar November sudah mulai dibangun jembatan ini. Kita berdoa mudah-mudahan dimudahkan dan dilancarkan,” katanya.
Bupati juga mengimbau masyarakat Sikabu untuk ikut mendukung kelancaran pembangunan, terutama ketika pekerjaan fisik telah dimulai.
“Kami juga sekaligus mengimbau kepada masyarakat Sikabu, mari kita bantu. Siapapun pemenang tendernya nanti, kita bantu kontraktornya supaya pembangunan ini berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. (***)






