Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @sig.id pada Selasa, (1/9/2026), volume penjualan perusahaan mencapai 18,28 juta ton atau tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, pendapatan SIG meningkat menjadi Rp17,65 triliun atau naik 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan SIG menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri semen nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Dalam unggahannya, SIG menjelaskan bahwa kinerja keuangan konsolidasi Semester I 2026 yang telah melalui penelaahan terbatas (limited review) menunjukkan sejumlah indikator positif. Selain membukukan pendapatan Rp17,65 triliun, SIG juga mencatat EBITDA sebesar Rp2,15 triliun dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp228 miliar.
Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp13,85 triliun. Kinerja tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan bisnis perusahaan pada tahun ini.
Pertumbuhan volume penjualan SIG terutama ditopang oleh peningkatan penjualan domestik yang naik 9,7 persen secara tahunan. Kinerja itu didorong oleh segmen semen kantong yang tumbuh lebih tinggi, yakni 11,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, SIG tetap menjalankan strategi efisiensi secara disiplin dan konsisten. Beban pokok pendapatan terkendali pada level 11,1 persen seiring peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya bahan bakar dan energi. Sementara itu, beban operasional meningkat 20,7 persen yang sebagian besar dipengaruhi kenaikan biaya transportasi.
Meski menghadapi tekanan biaya, pengelolaan arus kas dan struktur permodalan yang optimal mampu menjaga ketahanan keuangan perusahaan. Hal itu tercermin dari penurunan beban keuangan bersih sebesar 34,5 persen karena berkurangnya utang berbunga.
SIG menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan. Transformasi dilakukan melalui penguatan pasar mikro, peningkatan jaringan retail sales hingga menjangkau lebih banyak toko bangunan, penguatan brand presence dan product knowledge di tingkat toko, efisiensi biaya, serta pengelolaan arus kas dan permodalan yang lebih optimal.
Strategi tersebut memberikan hasil nyata. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar atau melonjak 471 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, SIG menyatakan bahwa capaian Semester I 2026 menjadi bukti ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri sekaligus sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara untuk mendorong transformasi BUMN yang menghasilkan nilai nyata bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, SIG menegaskan akan terus melanjutkan transformasi bisnis untuk memperkuat daya saing perusahaan dan menjaga momentum pertumbuhan seiring prospek permintaan semen domestik yang dinilai semakin positif. (***)






